Selamat Datang di blog Yayasan Nuurul Falaah Sunter Lembaga Sosial Keagamaan di bidang Pembinaan Anak Yatim Piatu, Pendidikan dan Keagamaan. Jl. Sunter Bentengan RT 005/05 No. 26 Kel. Sunter Jaya Jakarta Utara Telp. 6504280, Fax 6520340. Program donasi bagi Yatim Piatu binaan Yayasan Nuurul Falaah Sunter dapat di transver melalui rekening Bank Mandiri Jakarta Mall Kelapa Gading No. AC. : 125.00 - 0765265 - 4 An. Yayasan Nuurul Falaah Sunter

Kamis, 12 Januari 2012

Read Loud Menumbuhkan Kecintaan Anak Pada Buku Sejak Usia Dini

Di atas sebuah pentas duduklah seorang anak dan gurunya. Ibu guru memegang sebuah buku cerita bergambarkan kereta jeruk berwarna kuning sambil bernyanyi “naik kereta api”. Anak tadi ikut bernyanyi dan membolak-balik buku cerita yang gurunya pegang. Tiba-tiba anak berkata “Bu Ima, ayo mulai baca bukunya”
senangnya mendengar anak mengutarakan ketertarikkannya pada buku..Buku merupakan salah satu sumber informasi yang mudah diakses. Informasi yang bisa didapatkan dari buku sangat beragam mulai dari yang sifatnya mendidik sampai yang sifatnya menghibur. Selain itu, buku tak lekang oleh masa. Kita akan bertemu dan memerlukan buku sepajang hidup kita. Lalu apa yang akan terjadi bila anak-anak kita tidak mencintai buku? Hmm, yang paling sederhana dan mendesak dimasa-masa awal kehidupannya adalah kemungkinan mereka menghadapi kesulitan dalam proses belajar. Betapa tidak, walaupun teknologi telah berkembang dengan pesat, buku tetap merupakan media utama dalam proses belajar.
Jika demikian apa yang dapat kita lakukan untuk menumbuhkan kecintaan anak pada buku ya?
Banyak hal dapat dilakukan dari mulai memperdengarkan cerita (mendongeng), memunculkan suasana kondusif untuk membaca di keluarga atau dengan cara memumbuhkan kebiasaan membaca lantang (read aloud).
Apakah read aloud berbeda dengan mendongeng?
Ya. Berdasarkan tujuannya kedua aktivitas tersebut adalah berbeda. Read aloud bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan anak pada buku, sedangkan mendongeng bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan anak pada cerita dan bahasa. Tujuan ini berkaitan dengan perbedaan kedua aktivitas ini berdasarkan teknik pelaksanaannya.
Dikarenakan read aloud adalah aktivitas membacakan buku dengan lantang maka kehadiran buku sangat diperlukan karena kehadiran buku menjadi ciri khas dari aktivitas ini, sedangkan pada aktivitas mendongeng buku tidak perlu dihadirkan karena mendongeng adalah aktivitas menceritakan cerita dengan bahasa orangtua yang lebih lugas dan menghibur.
Bagaimana cara melakukan read aloud?
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum kita memulai bercerita dengan teknik read aloud, yaitu:
  • Cari buku yang baik untuk anak dan diri kita. Dalam memilih buku ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, yaitu:
  1. Sesuaikan panjang cerita dengan usia dan rentang perhatian anak. Dapat dimulai dengan cerita yang pendek, secara bertahap ke yang lebih panjang. Cobalah dengan 2 atau 3 buku cerita yang pendek terlebih dahulu.
  2. Pilih buku cerita yang bisa membuat kita senang, baik cerita atau ilustrasinya.
  3. Pilih cerita yang menarik, banyak dialog, menggambarkan beberapa keadaan, adventure, dan memiliki muatan emosional yang sesuai dengan usia anak dan latar belakang anak.
  4. Bacakan sebanyak mungkin buku cerita anak. Jika menemukan pengarang atau illustrator yang baik, cari beberapa judul dari mereka. Anak akan mempunyai pengarang favorit. Biarkan dia membaca berulang-ulang. Sementara tetap perkenalkan dengan yang buku dan pengarang lainnya.
  5. Cari buku yang mengambarkan keadaan sehari-hari.
  6. Perlu diperhatikan bahwa buku disebut baru, jika anak belum pernah mendengar.
  • Baca terlebih dahulu buku yang hendak kita bacakan ke anak kita
  • Pilih buku cerita sesuai dengan tahapan usia perkembangan anak
  • Bila usia anak sudah memungkinkan, sertakan anak dalam pemilihan buku
  • Pilih buku diatas kemampuan baca anak tetapi dengan panjang cerita yang sesuai dengan ketahanannya mendengarkan cerita.
Bila tahap persiapan sudah dilalui dengan baik, maka selanjutnya adalah tahap pelaksanaan read aloud. Dalam tahapan ini ada beberapa teknik yang perlu diperhatikan, yaitu:
  • Bacakan cerita dengan penuh kasih sayang
  • Baca perlahan, ekspresif dan semenarik mungkin.
  • Usahakan menggunaan suara/intonasi berbeda sesuai karakter
  • Gunakan efek drama, ada tertawa, merengek, menjerit, berbisik, cepat, lambat, stop, sedih, meraug,meringkik dll sesuai karakter (dalam cerita)
  • Tambahkan ‘body language’
  • Ketika hendak membacakan cerita:
  1. Tunjukkan halaman depan
  2. Sebutkan judulnya, nama pengarang dan ilustratornya
  3. Sebutkan tema utama buku yang akan dibaca seperti “buku cerita ini mengenai…”
  4. Mulai dengan membicarakan gambar yang ada dibuku atau dengan membolak-balikkan gambar. Bayi perlu dibantu membolak-balikkan buku sedangkan anak usia 3 tahun keatas sudah bisa melakukannya sendiri
  • Tunjukkan kata-kata dengan jari kita
  • Mulai dengan beberapa menit membaca, seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan anak maka waktu membaca akan bertambah.
  • Bila perkembangan anak sudah memungkinkan maka ajukan pertanyaan seputar cerita
  • Pancing dengan beberapa pertanyaan, apa yang akan terjadi menurut kamu? Apa ini? Apa itu?
  • Biarkan anak bertanya mengenai cerita
  • Buat cerita sebagai cara untuk bercakap-cakap
  • Biarkan anak menceritakan ceritanya, diusia 3 tahun seorang anak sudah bisa menghafal cerita dan biasanya senang diberi kesempatan untuk bercerita.
Kapan sebaiknya mulai melakukan read aloud?
Read aloud dapat dimulai sejak dini, bahkan sejak bayi baru lahir. Mengapa demikian? Ini terkait dengan tujuan read aloud yaitu menumbuhkan kecintaan pada buku. Sehingga semakin dini buku diperkenalkan maka hasilnya akan semakin optimal.
Kapan dan dimana sebaiknya kita melakukan read aloud?
Tidak ada waktu dan tempat khusus untuk melakukan read aloud. Kita bisa melakukannya dirumah, saat hendak tidur, sepanjang perjalanan berkendara, saat menunggu pesawat atau kereta api atau saat menunggu antrian dokter. Yang perlu diperhatikan adalah frekuensi dan konsistensi melakukan read aloud. Rutin adalah kunci utama keberhasilannya.
Apa ada referensi judul buku untuk read aloud?
Semua buku yang sesuai dengan usia perkembangan dan minat anak dapat dijadikan sarana untuk read aloud. Namun bila diperlukan anda dapat merujuk kepada beberapa referensi berikut:
ü Judul : Camille pergi ke dokter
Penulis : Aline de Petigny & Nancy Delvaux
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2006.
ü Judul : Pierre nonton TV
Penulis : Gustavo Masali
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2006.
ü Judul : Untuk Bunda dan dunia
Penulis : Abdurahman Faiz
Penerbit : Dari Mizan.
ü Judul : 366 Hal-hal yang perlu anak anda ketahui
Penulis : Andree Bertino dan Fredo Valla
Penerbit : Happy Books
ü Judul : Kisah-kisah teladan untuk keluarga
Penulis : Dr. Mulyanto
Penerbit : GIP, 2008
Hmmm setelah menambah informasi tentang read aloud, diharapkan kita lebih memahami bahwa hal sesederhana membacakan buku singkat yang mungkin hanya memerlukan kurang lebih 20 menit setiap harinya, dapat membantu membangun pondasi minat dan kecintaan anak terhadap buku dan membaca kelak.
Bila anda tertarik untuk memahami read aloud lebih menyeluruh ada dapat mengakses http://www.readingbugs.org dengan contact person ibu Roosie. Beliau juga dapat membantu anda dan guru-guru anak-anak anda bila tertarik mempelajari read aloud melalui workshop yang beliau dan reading bugs prakarsai.
Referensi:
Trelease, Jim. (2006). Read-Aloud Handbook. London: Peguin Books.
Roosie (2009). Bagaimana “read aloud” yang baik bagi orangtua dan pendidik usia balita. Dalam makalah seminar read aloud. Depok: Reading Bugs.

Kamis, 18 Agustus 2011

Ramadhan Bulan Berbagi


Marhaban yaa Ramadhan, Ramadhan syahru shiyam, Ramadhan Syahrun Mubarak…..
Puasa adalah kewajiban bagi setiap mukallaf ( muslim baligh, berakal ). Makna puasa Ramadhan  adalah menahan diri dari segala sesuatu yang bisa membatalkan puasa berupa makan, minum dan lain sebagainya dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari. Jadi bagi setiap mukallaf wajib hukumnya melaksanakan ibadah puasa selama sebulan full terkecuali ada udzur / hal yang memperbolehkan tidak berpuasa. Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan keutamaan.
Ramadhan terdiri dari :
Ra        : Ridwanullah ( keridhaan dari Allah berupa pahala yang berlipat ).
Ma       : Mahabbatullah ( kecintaan dari Allah karena keikhlasannya dalam beramal ).
Dha     : Dhamanullah ( mendapatkan lindungan Allah dari jilatan api neraka ).
N         : Nurullah ( cahaya petunjuk Allah menuju shirat al-mustaqim “ jalan yang lurus ” )
Bulan Ramadhan adalah penolong bagi kaum muslim, dibulan itu hati setiap muslim yang beriman dihiasi dengan nur ma`rifat dan cahaya keimanan. Dibulan tersebut akan bertaburan bermacam-macam kemulyaan dan keberkahan bagi setiap insan, seiring dengan kedatangan tamu agung berupa shiyam ramadhan, keberkahan bulan ramadhan tidak hanya milik kaum muslim, akan tetapi akaun non muslimpun merasakannya, terutama disektor perekonomian.  
Alangkah mulianya bagi insan beriman yang berbesar hati untuk menyisihkan sebagian hartanya dengan berinfak  dijalan Allah SWT kepentingan ummat. Infak merupakan upaya seseorang untuk mengeluarkan sebahagian harta yang dimiliki guna membersihkannya dari berbagai macam kotoran dan mafsadah “kerusakan” dan agar mendapatkan keutamaan dari Allah. Sebagaimana dalam hadist Nabi Muhammad bersabda : “ Maharnya bidadari yang elok bersih disyurga adalah segenggam kurma dan sepotong roti ( yang dishodakohkan / diinfakkan dijalan-Nya ) “.*

Infak dijalan Allah memiliki beberapa fadhilah keutamaan:
Ø  Ciri orang yang bertaqwa kepada Allah Ta`ala.
Dijelaskan dalam firman Allah Ta`ala ( QS.2 : 2 - 3 ) : “ kitab ( Al-Qur`an ) ini tidaklah ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa [2], yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, melaksanakan shalat, menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka [3].”
Ø  Ciri seorang mukmin sejati.
Dijelaskan dalam firman Allah Ta`ala ( QS.8 : 3 - 4 ) : “ yaitu orang-orang yang melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka [3]. Merekalah orang yang benar-benar beriman, mereka akan memperoleh derajat `tinggi` disisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki `nikmat` yang mulia [4].
Ø  Ciri mukmin yang berhak mendapatkan nikmat Allah yang abadi.
Dijelaskan dalam firman Allah Ta`ala ( QS. 35 : 29 ) : “ Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah ( Al-Qur`an ) dan melaksankan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tiada akan merugi [29]. “
Ø  Proses penyucian hati insan.
Proses penyucian hati merupakan fase yang teratas dalam tahap ikmalul iman (kesempurnaan iman), dimana orang yang hatinya suci, maka amal perbuatannya akan selalu ikhlas dan berlandaskan hukum syariat Islam guna memperoleh ganjaran pahala dari Allah ta`ala.

Berbagi dibulan suci ramadhan merupakan hal yang luar biasa pahalanya disisi Allah Ta`ala, dalam berbagi tidaklah terbatas pada hal-hal yang bernilai lebih, sesuatu yang bernilai rendah sekalipun dimata manusia, namun dihadapan Allah akan bernialai plus. Semisal  air mineral yang nilainya tak seberapa, akan tetapi bilamana diniatkan untuk ta`jil bagi musafir yang hendak berbuka puasa, Insya allah hal tersebut memiliki keagungan disisi Allah. Terlebih bagi seseorang yang mendapatkan keluasan rezeki, maka alangkah afdal-nya bilamana dia menyisihkan ( lebih besar ) sebagian nikmat tersebut dijalan Allah guna kepentingan ummat.

Dalam berinfak, seorang munfik bisa memberikannya ( barang yang akan diinfakkan ) langsung kepada perorangan  ( yatim/piatu, fakir/miskin ) ataupun melalui wadah lembaga yang berada dikoridor tersebut yang kompeten yang menaungi mereka ( yatim / piatu, fakir/miskin, dan dhuafa ) secara kaffah ( menyeluruh : dari proses penerimaan sampai pendistribusian kepada mereka yang memang berhak untuk mendapatkan hak tersebut secara cermat teliti ). Sebagaimana Yayasan “Nuurul Falaah Sunter” Jakarta Utara yang dipimpin oleh Bpk. Drs. H. Anyong Musa dan sekretaris Bapak. Mulyo Sentono yang telah berkiprah dalam dunia pendidikan dan sosial selama berpuluh-puluh tahun dalam upaya mensejahterakan ( mengelola dan membina anak-anak yatim / piatu dan dhuafa, panti / non panti ) hingga menetaskan generasi handal yang siap menghadapi tantangan globalisasi dan modernisasi teknologi.
Dalam dunia pendidikan, Yayasan “ Nuurul Falaah Sunter ” siap mencetak generasi Qur`ani yang bisa menghayati dan mengamalkan intisari yang tertuang dalam Kitab Suci Al-Qur`an pedoman hidup didunia menuju ladang akhirat yang tiada fana.
Dan dalam bidang sosial, Yayasan “ Nuurul Falaah Sunter ” memberikan perhatian kepada anak-anak binaan berupa materi yang selalu mendapatkan pantauan khusus dari para pengurus, namun disisi lain, penguruspun tidak menafikan imateri, karena seseorang tidaklah cukup hanya dengan materi melimpah, namun imateri juga harus terpenuhi berimbang agar tidak pincang dengan kata lain imateri jauh lebih penting dibandingkan harta yang menumpuk, karena harta akan musnah dan habis, sementara ilmu akan kekal abadi sebagai bekal menuju akhirat daarul khuldi ( tempat keabadian) .
Marilah kita berlomba-lomba dalam kebajikan semoga kita meraih kemenangan dan mendapatkan suatu keridhaan dari Allah Ilahi Rahman.
Ja`alanallahu waiyyakum minal `aidin wal faizin, Taqobbalalahu minna waminkum shalihal a`mal.
Amien
Wallahu a`lam bishowab.
Referensi :
v  Ghunyah, Syaikh Abdul Qadir al-Jailaniy al-Hasany ( Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Mesir) Juz 2., hal.12
v  Tanqihul Qoul al-Hatsits, Muhammad Ibnu Umar ( Pustaka Alawiyyah : Semarang ) t.th  hal. 28.
Ditulis oleh Ust. Hanif S.Pd.I (Pengajar Madrasah Diniyyah Nuurul Falaah)

Minggu, 31 Juli 2011

PAUD NUURUL FALAAH MENDIDIK ANAK USIA DINI YANG BERAKHLAKUL KARIMAH, CERDAS, CERIA DAN KREATIF.


Puji Syukur kehadirat Allah SWT atas segala Karunia-Nya yang diberikan kepada kita semua.   Setelah sekian lama program penyelenggaraan Paud di rencanakan oleh segenap Pengurus Yayasan Nuurul Falaah Sunter, Alhamdulillah pada tahun pelajaran 2011-2012 penyelenggaraan Paud non formal ini dapat terealisasi.
Lembaga Paud Nuurul Falaah adalah penyelenggara PAUD non formal dalam bentuk Satuan Paud Sejenis (SPS), dimana kami menyelenggarakan layanan pendidikan anak usia dini yang terintegrasi dengan layanan Taman Pendidikan Al Qur’an. 

Dasar hukum pelaksanaan penyelenggaran Paud Nuurul Falaah adalah   :
1.    Undang-Undang Nomor : 20 tahun 2003 yang menyebutkan :
a.    Pasal 1 butir 14 : “ Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut “.
b.    Pasal 28 butir (6) : “Pendidikan Anak Usia Dini pada jalur pendidikan non formal berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat” .

2.    Peraturan Mendiknas Nomor 58 tahun 2009 tentang standar penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini.

Mengapa kami memilih penyenggaraan Paud pada jalur non formal ?, alasannya adalah Paud Nuurul Falaah yang bernaung di bawah Yayasan Nuurul Falaah  Sunter yang mengemban fungsi dan tugas pelayanan sosial kemasyarakatan, keagamaan, pembinaan dan pengasuhan terhadap anak Yatim Piatu, penyelenggaraan pendidikan formal dan non formal dimana peran dan partisipasi masyarakat dilibatkan secara langsung dalam pelayanan terhadap umat.  Artinya pengelolaan Paud Nuuul Falaah yang berbasis masyarakat (KOMUNITAS) menuntut adanya partisipasi aktif masyarakat pada umumnya dan umat Islam pada khususnya dalam kontribusi pembiayaan melalui donasinya, sehingga biaya operasional yang di bebankan kepada peserta didik dapat diminimalisasi (lebih kepada aspek social).
Berbeda dengan Paud pada jalur formal (Taman Kanak-Kanak dan Raudhatul Arhfal) , dimana pengelolaan berbasis sekolah dan kemandirian berarti segenap beban biaya operasional dibebankan secara mutlak kepada para peserta didik.

Dalam sosialisasi kepada orang tua peserta didik kami memberikan gambaran mengenai metodologi pembelajaran pada peserta didik Paud Nuurul Falaah, dimana kami ingin memberikan sebuah rangsangan pendidikan melalui aspek pengembangan moral dan agama sebagai fokus utama pembelajaran melalui pengenalan adab dan doa harian, hafalan surat pendek, tata cara ibadah dan pengenal huruf hijaiyah disamping tetap memberikan aspek pengembangan kognitif (sains), motorik (kasar/halus), bahasa, keaksaraan,seni, sosial emosional, Pengembangan Aspek Moral dan Agama sebagai basis kompetensi bagi peserta didik Paud Nuurul Falaah diharapkan dapat terwujud terutama melalui kegiatan pengenalan dan pembiasaan.  Pembiasaan inilah yang nantinya tetap melekat pada diri anak sampai dengan menempuh jenjang pendidikan lebih lanjut.  Perlu diketahui bahwa usia 0 sampai dengan 6 tahun sebagai masa emas (golden age), namun sebagai periode yang kritis dalam tahap perkembangan manusia.  Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sampai usia 4 tahun tingkat kapabilitas kecerdasan anak telah mencapai 50 %.  Pada usia 8 tahun mencapai 80 %, dan sisanya sekitar 20 % diperoleh pada saat anak berusia 8 tahun tahun keatas. dan media penyimpanan memori anak pada otak sudah mulai berkembang, artinya pembiasaan-pembiasaan agama dan moral diharapkan akan mudah melekat dalam waktu lama. Miris memang bila sejak usia dini mereka tidak dikenalkan kepada pendidikan moral, etika dan budi pekerti.
Dalam hal pengajaran kepada peserta didik Paud Nuurul Falaah melalui proses pembelajaran yang dikenal dengan istilaah ,PAKEM yakni Pembelajaran Aktif dengan melibatkan interaksi peserta didik, Kreatif dengan menumbuhkan gagasan-gagasan peserta didik, Efektif dalam penyampaian pesan kepada para peserta didik dan Menyenangkan tidak monoton tanpa mengabaikan konsep belajar sambil bermain.  Program-program belajar sambil bermain meliputi kegiatan bermain sains, read aloud, story telling dan bermain dengan sentra.

Konsep belajar sambil bermain adalah merupakan suatu kebutuhan mutlak bagi pembelajaran anak usia dini.  Seperti yang ditulis oleh dr. Yahya Wardoyo, SKM  dalam bukunya yang berjudul “Mendidik Anak Bermental Juara” diuraikan bahwa sekolah dan Keluarga menerapkan pola belajar dan bermain secara seimbang.  Belajar sebagai aktivitas yang menyenangkan bukan sebaliknya menjadi momok bagi anak-anak.  Disamping itu belajar bukanlah sesuatu yang monoton dan membosankan sehingga anak merasa terkekang dan terpaksa ketika diminta untuk belajar.  Kesuksesan anak di sekolah juga ditentukan oleh suatu pola yang benar.  Salah satunya  adalah pola belajar sambil bermain. Jangan lupa bahwa bermain adalah suatu proses belajar, proses belajar adalah mengerti dan memahami.  Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi dan mengembangkan imajinasi dalam dunia anak-anak.  Terkadang orang tua mengabaikan konsep ini, sehingga memaksa anak mereka yang sedang menempuh pendidikan usia dini dipaksa untuk mampu membaca, menulis, berhitung dan mengikuti les bahasa Inggris, les Sempoa serta seabrek kegiatan lainnya.  Anak di eksploitasi menjadi sesuatu yang instant, sehingga anak menjadi monster yang serba tahu, serba pandai, berwawasan luas tetapi tidak memiliki hati nurani.  Kecerdasan Emosional tidak berkembang karena tidak di dapatkan dari proses belajar sambil bermain yang wajar pada usianya.  Sesuatu yang memang bersifat “bermain” dan bukan “dunia serius” dengan segala permasalahan yang serius.  Celakanya trauma ini bersifat menetap sampai dewasa.  Ia bisa menjadi tumbuh dewasa tanpa hati nurani tetapi hidup tidak bahagia. Hakekat pendidikan anak usia dini adalah stimulasi anak melalui rangsangan pendidikan untuk tercapai keseimbangan antara pertumbuhan jasmani dan rohani, kecerdasan integensia (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).

Sebuah pertanyaan kami lontarkan kepada orang tua peserta didik Paud Nuurul Falaah dalam acara sosialisasi  ”Ibu memilih mana, anak ibu pintar membaca, menulis dan berhitung tetapi berperangai buruk atau memilih anak ibu paham konsep membaca, menulis dan berhitung tetapi berperangai baik ?”.  Serempak mereka menjawab “Saya memilih anak saya paham konsep membaca, menulis dan berhitung dan berperangai baik”.  Hal ini bisa diwujudkan apabila ada kerja sama yang baik antara pendidik di sekolah dengan orang tua peserta didik yang mau mengembangkan konsep belajar sambil bermain.

Akhirnya kami memberikan apresiasi kepada orang tua peserta didik yang mau menitipkan anaknya di Paud Nuurul Falaah semoga anak yang diamanatkan kepada kami dapat tercapai segenap aspek pengembangannya dan selaras antara kecerdasan IQ, EQ dan SQ.


Bacaan Inspiratif koleksi Taman Bacaan Anak Gudang Ilmu :
-       Mendidik Anak Bermental Juara, dr. Yahya Wardoyo SKM, cetakan ke I tahun 2007. Penerbit Sketsa Talenta Media.
-       Meningkatkan Kreativitas Pembelajaran Bagi Guru, Dr. Iskandar Agung, Cetakan pertama Juni 2010, penerbit Bestari Buana Murni.
-       Melejitkan IQ, IE dan IS , Suharsono dengan Pengantar Dr. H. Arief Rachman, MPd cetakan ke I 2001, penerbit Inisiasi Press.
-       Rahasia mengajarkan gemar membaca pada anak sejak dini, Dwi Sunar Prasetyo, cetakan ke I November 2008, penerbit Think Jogjakarta.
-       Mendidik Dengan Cinta, Irawati Istadi, penerbit Pustaka Inti cetakan ke 8 April 2007.

SELAMAT MENEMPUH PENDIDIKAN DI PAUD NUURUL FALAAH
Ditulis oleh Teguh Iman Santoso.

Selasa, 10 Mei 2011

Madrasah Diniyah Tamiliyah Nuurul Falaah Mengikuti Kegiatan Manasik Haji Bagi Santri Madrasah Diniyah Takmiliyah se Kota Adm. Jakarta Utara


Labaik Allahuma labaik, ……………….. “ secara serentak dikumandangkan para santri Madrasah Takmiliyah se Jakarta Utara yang mengikuti Manasik Haji pada hari Minggu 8 Mei 2011.   Tampak dalam rombongn tersebut para santri dari Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Yayasan Nuurul Falaah Sunter berpartisipasi mengikuti kegiatan Manasik Haji. “Kami mengirimkan sebanyak empat puluh orang santri”.   
Demikian disampaikan oleh Ibu Anisa, A.Ma. Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Nuurul Falaah Sunter.  Kegiatan Manasik Haji yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Diniyah Tamiliyah (KKDT) Kota Administrasi Jakarta Utara ini, diikuti oleh sekitar 900 orang peserta dari Madrasah Diniyah Takmiliyah se Kota Administrasi Jakarta Utara.  “KKDT Jakarta Utara  secara kelembagaan di bawah naungan Kantor Kementrian Agama Kota Administrasi Jakarta Utara seksi Peka Pontren”. Seperti dijelaskan Ustad Amin pengajar Madrasah Diniyah Nuurul Falaah Sunter.

Pada kesempatan pembukaan Manasik Haji tersebut, dalam sambutannya Kamendag Kota Administrasi Jakarta Utara menyampaikan tujuan dan harapan penyelenggaraan Manasik Haji.   Pertama memberikan pengetahuan kepada para santri Madrasah tentang tata cara penyelenggaraan ibadah haji, yang kedua memberikan pengalaman lahir dan batin kepada para santri Madrasah dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, yang ketiga seolah-olah para santri telah menunaikan ibadah haji sebagai bagian dari rukun Islam yang kelima.

Dibawah guyuran hujan deras para santri tetap khidmad dan antusias mengikuti jalannya prosesi Manasik Haji.  Dengan penuh kegembiraan para santri mengikuti arahan dari para pendamping dan panitia Manasik Haji.  Semoga diwaktu yang akan datang kegiatan Manasik Haji bagi para santri Madrasah tetap berlangsung, sehingga para santri dapat menambah pengetahuan pendidikan agama secara praktek langsung dilapangan.


Penulis : Teguh Iman Santoso (Informasi dan Publikasi Yayasan Nuurul Falaah Sunter)


Jumat, 29 April 2011

Kegiatan Keagamaan dan Sosial Yayasan Nuurul Falaah Sunter Dalam Melayani Umat


Pembinaan dan Pendampingan Anak Yatim Piatu.

Anak adalah anugerah dan amanah Allah SWT yang didambakan oleh setiap orang tua dalam keluarga.   Pada anak-anak harapan orang tua kelak dipertaruhkan sekiranya Allah SWT mengijinkan membesarkan mereka menjadi anak yang taat, patuh dan bertakwa.   Segala upaya dilakukan orang tua dilakukan untuk membesarkan dan mendidik mereka dengan segenap kemampuan.  Begitupun dengan anak, mereka berharap orang tuanya dapat membesarkan, mendidiknya, tempat mereka berkeluh kesah, tempat mereka berharap kasih sayangnya.  
Apakah diantara mereka (anak-anak) pernah bermimpi, sekiranya Allah SWT berkehendak memanggil diantara keduanya untuk kembali keharibaanNya.  Terasa gelap perjalanan dunia ini, sebuah kehilangan besar untuk mereka.  Kemana mereka akan berharap kasih sayang, pupus harapan akan kelangsungan pendidikan untuk menggapai cita-citanya, perasaan kehilangan untuk mendapatkan perlindungan, serta berjuta rasa yang membebani mereka.
Uraian tersebut kiranya dapat memberikan gambaran betapa anak berharap banyak akan kehadiran orang tua secara utuh.  Orang tua bagi anak adalah sebuah kesatuan utuh dalam harmoni keluarga.   Tentunya mereka tidak pernah berharap seperti itu selain karena kehendak Allah SWT telah menakdirkannya.  Pertanyaannya sekarang, tanggung jawab siapa akan keberlangsungan hidup dan cita-citanya ?.  Tentu saja ini menjadi tanggung jawab kita, selaku umat dan makhluk Allah SWT.
Yayasan Nuurul Falaah Sunter, yang sejak pertama pendiriannya membawa misi untuk menampung dan membina serta melakukan pendampingan kepada mereka.  Upaya yang dilakukan sejak dulu hingga kini dilakukan dengan melakukan pendataan, menampung anak-anak dalam panti sesuai dengan kapasitas yang tersedia, mencarikan orang tua asuh atau donatur dalam membantu biaya pendidikan formal mereka. Memberikan mereka pendidikan keagamaan baik melalui Majelis Taklim maupun melalui Madrasah Nuurul Falaah,   Memberikan ketrampilan melalui kegiatan Life Skill sesuai dengan bidang yang diminati dengan harapan mereka bisa mandiri.
Perlu kami sampaikan bahwa saat ini Yayasan Nuurul Falaah Sunter menampung Anak Yatim, Yatim/Piatu sebanyak 20 anak putra dan putri, sedangkan 100 anak diasuh dalam keluarga (non panti) tetapi pembinaannya dilakukan oleh Yayasan Nuurul Falaah Sunter.
Yayasan telah memberikan bantuan biaya sekolah kepada 30 anak secara rutin setiap bulan dari tingkat SD hingga SMU.
Setiap bulan puasa menjelang lebaran Idul Fitri dan bulan Muharam dengan secara rutin pula Yayasan memberikan bantuan Bhakti Sosial baik kepada para anak Yatim Piatu maupun keluaga Pra Sejahtera , dananya diperoleh dai sumbangan para donatur, para simpatisan, perusahaan, serta dermawan khususnya diwilayah DKI Jakarta.
Dan seiring dengan waktu yang ditentukan oleh para penyumbang baik secara pribadi, keluarga dan perusahaan, maupun kelompok datang ke Yayasan memberikan bantuan Peduli Sosialnya kepada para anak asuh Yatim Paitu sesuai dari jumlah permintaan para penyumbang  tersebut, dan kami para Pembina dan pengurus mengumpulkan para Yatim Piatu yang berada di Non Panti dan Panti.
Terkecuali bilamana dari penyumbang pemberi bantuan tersebut berkeinginan didatangi oleh para Yatim Piatu sesuai dengan jumlah permintaan para penyumbang tersebut.   Kami Pembina/Pengasuh mempersiapkan berangkat mendatangi sesuai dengan undangan dari Donatur dan Dermawan yang mengundang.
Kepada anak-anak binaan Yayasan, Yatim Piatu khususnya  yang berkeinginan untuk memperdalam ilmu pengetahuan agama Islam, Yayasan telah mengirim 6 anak masuk ke pondok Pesantren Moderen.  Bagi Yatim Piatu berprestasi Yayasan memberikan bantuan seluruh biaya sekolahnya.

Madrasah Diniyah Awaliyah dan Majelis Ta’lim Nuurul Falaah.

Penyelenggaraan kegiatan pendidikan dengan berorientasi keagamaan adalah salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Nuurul Falaah Sunter.  Kegiatan ini ditampung melalui Madrasah Diniyah Awaliyah dan Majelis Ta’lim Nuurul Falaah.
Madrasah yang dikepalai oleh ibu Anisa, A.Ma dibantu oleh 6 orang guru dan 1 orang bagian Tata Usaha.  Sejak awal berdirinya Madrasah ini telah meluluskan ratusan orang siswanya.  Madrasah Diniyah Awaliyah Nuurul Falaah saat ini dalam penyelenggaraan pendidikannya menggunakan kurikulum yang dikeluarkan oleh Kandepag DKI Jakarta Sie Pekapontren.  Seperti dijelaskan oleh Ibu Anisa penyelenggaraan pendidikan di Madrasah Diniyah Awaliyah Nuurul Falaah ini diharapkan bisa menjadi pelengkap dan pendamping dari pendidikan agama yang diberikan melalui sekolah formal.  Menurutnya, pendidikan agama pada jalur sekolah formal pada saat ini dirasakan kurang, terutama pada materi dan waktu pembelajarannya yang terbatas.
Madrasah Diniyah Awaliyah Nuurul Falaah saat ini menggunakan tiga lokal kelas efektif.  Mengingat keterbatasan tenaga pengajar sehingga baru mengefektifkan tiga kelas tersebut, tambahnya. Menurut pengamatan penulis kondisi kelas beserta sarana belajar yang ada saat ini sudah cukup memadai dibandingkan dengan 15 tahun yang lalu. Madrasah menggunakan waktu belajar secara efektif pada hari Senin sampai dengan Sabtu, jam belajarnya pada pagi hari dimulai pada jam 07.30 WIB sampai dengan jam 10.30 WIB sedangkan pada sore hari dimulai dari jam 14.00 WIB sampai dengan jam 17.00 WIB. 
Ketika penulis menanyakan kepada kepala Madrasah tentang biaya operasional dan kesejahteraan para guru, dengan tertunduk beliau menjawab “ Jujur saja, saya sangat prihatin dengan kondisi kesejahteraan para pengajar di Madrasah ini.  Sebagai kepala Madrasah saya belum dapat memberikan honor yang layak kepada mereka hal ini karena keterbatasan keuangan yang bisa kami kelola”, jawabnya.  “Saya sangat berharap bantuan dari para instansi pemerintah dan donatur terutama yang peduli kepada pendidikan yang berorientasi agama, sehingga saya dapat tetap mempertahankan keberlangsungan proses belajar mengajar di Madrasah ini “, tambahnya.
Sudah saatnya kita lebih peduli kepada pendidikan agama bagi putra putri kita, artinya uluran tangan dari para donatur dan masyarakat sangat diharapkan guna mempertahankan kegiatan pendidikan di Madrasah Diniyah Awaliyah Nuurul Falaah.

Majelis Ta’lim yang diketuai oleh Bapak KH. Imam Syafe’i Raita dibantu oleh KH. Misbahudin dan Ustad Ali Rahman menyelenggarakan Ta’lim untuk anak-anak, remaja dan kaum ibu.


Syiar Islam melalui Lagu Lagu Bernuansa Religi

Q-mbeling, demikian namanya.  Sebuah kelompok anak muda yang berkreasi melalui musik bernuansa religi.  Q-mbeling yang diawaki oleh Mas Ridho, Miftah, Khozin, Thoriq dan lain lain, lahir dari olah kreatifitas bermusik.  Musik yang dimainkan sudah barang tentu bernuansa agama dengan tetap menyuguhkan nilai hiburan bagi penikmatnya.  Musik yang dibawakan adalah kolaborasi antara penggunaan alat alat musik diatonis dan pentatonic dengan menghadirkan suguhan irama yang beragam.  Penggunaan alat-alat musik moderen semisal gitar listrik, organ, drum, simbal, biola serta penggunaan alat perkusi semisal rebana (terbang) dan penggunaan alat tradisional semisal peking,gambang dan suling menghadirkan perpaduan musik yang harmonis.
“Bukan persoalan mudah mas, untuk membuat perpaduan irama musik dari alat alat yang kami gunakan”, jelas Mas Thoriq salah satu personil Q-mbeling.  “Kami selalu berlatih untuk mengasah kemampuan, serta menciptakan komposisi musik yang baru sehingga dapat diterima masyarakat, Alhamdulillah pengurus Yayasan memfasilitasi kami baik untuk penggunaan tempat berlatih maupun pengadaan peralatannya. ”, tambah Mas Ridho koordinator Q-mbeling.
Menurut pengakuan salah seorang personil Q-Mbeling, kegiatan ini sebenarnya adalah pengembangan dari seni terdahulu yang bernama Terbang Sholawat, kesenian ini umumnya dimainkan dan populer di wilayah Jawa Timur khususnya di Kota Malang.  "Kebetulan para relawan yang berada di Yayasan ada yang berasal dari Malang, kami coba mengembangkan ini di Jakarta terutama untuk dipelajari bagi rekan-rekan relawan Yayasan Nuurul Falaah." jelas Mas Khozin kepada penulis,  Terbang Sholawat sendiri secara sekilas memang tidak berbeda dengan Hadroh atau Qasidah, kelebihannya hanya pada penggunaan berbagai alat lainnya seperti bus drum dan rimo.  Isi lagu-lagunya atau syair yang dimainkan lebih diutamakan pada Sholawat sebagai media syiarnya.  Irama rampak terbangnya menggunakan ritme yang cepat dan menyerupai tabuhan drum band.  Terbang Sholawat yang dirintis sejak tahun 1999 mengalami puncak kejayaannya pada tahun 2001 sampai dengan 2003.  Selepas ini karena kesibukan dan aktivitas masing masing personil kemudian terjadi kevakuman.  Kemudian pada tahun 2008 dihidupkan kembali dengan penambahan berbagai alat musik, jadilah seperti sekarang ini dengan kelompok Q-Mbeling.
Penulis beberapa waktu lalu menyaksikan penampilan mereka, pada saat perayaan Peringatan 10 Muharram dan santunan yatim piatu Yayasan Nuuul Falaah Sunter.  Penulis segera teringat dengan musik yang dimainkan oleh Emha Ainun Najib dengan Kyai Kanjengnya, ketika Q-mbeling memainkan lagu Tombo Ati dengan aransemen musik tradisional Jawa.   Bukan hanya itu saja tetapi Q-mbeling juga dapat memainkan lagu-lagu yang bernuansa padang pasir atau yang lebih dikenal dengan musik Gambus.
Q-mbeling saat ini melakukan pementasan untuk mengisi kegiatan pada Perayaan Hari-Hari Besar Islam yang diselenggarakan oleh beberapa pengurus Masjid maupun Ormas Islam yang mengundang.   Terkadang adapula undangan yang datangnya dari perorangan untuk tampil mengisi acara resepsi pernikahan maupun khitanan.
Keberadaan musik dengan nuansa religi ini sebagai bagian kegiatan dibawah pembinaan Yayasan Nuurul Falaah Sunter, sudah barang tentu menambah keberagaman kegiatan.   Seperti yang diharapkan pengurus Yayasan, “Keberadaan Q-mbeling menambah semarak kegiatan Yayasan dalam menjalankan fungsi dakwah melalui lagu bernuansa Islam.” Demikian disampaikan Bapak Mulyo Sentono salah satu pengurus.  Untuk melakukan regenerasi saat ini Q-Mbeling telah menyiapkan Q-Mbeling junior yang tergabung dalam Nurva Kalimashada


Layanan pengurusan jenasah dan pemakaman
Semenjak awal berdirinya pada saat itu masih bernama BPS Sunter, Yayasan Nuurul Falaah Sunter melaksanakan kegiatan social melalui pengurusan jenasah kepada warga masyarakat Kelurahan Sunter Jaya.  Pengurusan jenasah bagi warga meliputi dari pemandian, mengkafani, mensholatkan sampai dengan pemakaman.  Untuk urusan pemakaman jenasah saat ini Yayasan Nuurul Falaah telah memiliki sebuah unit Mobil Ambulance yang dapat digunakan oleh warga untuk membawa jenasah ke pemakaman diwilayah DKI Jakarta maupun membawa yang sedang sakit untuk dibawa ke Rumah Sakit.  Mobil Ambulance tersebut merupakan bantuan Dewan Kelurahan Sunter Jaya melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bina Sosial Tahun Anggaran 2009.  Kemudian pada program yang sama pada tahun Anggaran 2010 dilaksanakan renovasi Mobil Ambulance dan penambahan perlengkapan yang dibutuhkan.  “Harapan kami, dengan adanya bantuan Mobil Ambulance ini dapat bermanfaat bagi masyarakat.” Seperti dijelaskan Bapak H. Anyong Musa anggota Dekel RW 05 sekaligus Ketua Yayasan Nuurul Falaah.

Kegiatan Peribadatan
Yayasan Nuurul Falaah dengan menggunakan sarana yang tersedia melaksanakan juga kegiatan peribatan lainnya   seperti melaksanakan peringatan 10 Muharam dan santunan bagi anak Yatim Piatu, melaksanakan kegiatan Sholat Taraweh dan Sholat Idul Fitri, menerima dan menyalurkan Zakat Fitrah dan Zakat Maal, menerima dan melakukan penyembelihan hewan qurban serta menyalurkan hewan qurban kepada yang berhak menerima.

Teguh Iman Santoso (Informasi dan Publikasi Yayasan Nuurul Falaah Sunter)












 

Selasa, 26 April 2011

Selayang Pandang Yayasan Nuurul Falaah Sunter


Sebelum berdirinya Yayasan Nuurul Falaah Sunter, telah ada suatu kegiatan social dalam ruang lingkup yang masih terbatas.  Tepatnya  di  Sunter Bentengan RW 05 Kelurahan Sunter sebelum pemekaran menjadi Kelurahan Sunter Jaya seperti sekarang ini. 
Kegiatan sosial ini diberi nama Badan Penyantun Sosial (BPS) yang didirikan pada tanggal 22 Februari 1989 (10 Muharam) bertempat di Masjid Nuurul Falaah.  Nama Masjid ini akhirnya diabadikan oleh pemrakarsa menjadi nama kegiatan yang didirikan sehingga lengkapnya bernama Badan Penyantun Sosial Yayasan Nuurul Falaah disingkat BPS Nuurul Falaah.   Meskipun paguyuban ini sangat sederhana dalam pengorganisasiannya,  tetapi membawa misi kemanusiaan, yaitu bertugas menanggulangi masalah duka kematian warga secara gotong royong.
Badan Penyantun Sosial Nuurul Falaah yang didirikan oleh tokoh ulama dan tokoh masyarakat, terdiri dari : K. Makmun, KH. Imam Syafe’i Raita dan Ustad Mugeni MH (alm)mewakili tokoh ulama serta Simon Rizal Abdullah , Hadiyanto, B.H. Ribut, Muhamad Tarji (alm), Andi Rasyid, Muhamad Sadio mewakili tokoh masyarakat.

Karena paguyuban mengalami perkembangan, yaitu tidak saja mengurus masalah duka keamtian warga, tetapi sesuai dengan kebutuhannya mengembangkan layanan social lainnya yaitu menampung dan membina anak yatim piatu, maka lembaga yang sudah terbentuk ini perlu ditingkatkan aspek legalitasnya.  Berdasarkan pemikiran tersebut,  pada tanggal 25 Agustus 1990 BPS Nuurul Falaah ditingkatkan status kelembagaannya menjadi Yayasan Nuurul Falaah  dengan tetap melandasi kegiatannya pada membangun kepedulian social, membantu warga dalam pengurusan duka kematian dan pembinaan anak yatim piatu serta kaum dhuafa.
Yayasan Nuurul Falaah yang didirikan oleh Muhammad Tardji, Mulyo Sentono, Khardhono, Andi Rasyid, Muhammad Sadio, H. Abdul Halim, R.I. Mansyur (alm), Simon Rizal Abdullah dan H. Maulana Mahdum.  Yayasan Nuurul Falaah yang diperkuat dengan akte notaris Adlan Yulizar, SH No. 144 Jakarta tanggal 25 Agustus 1990.  Ijin operasional dikeluarkan oleh Dinas Sosial Nomor : 92.20306, ijin Kakanwil Depsos DKI Jakarta No. 502/Orsos/1993 serta ijin pendirian Madrasah No. WJ/6.B/PP.008/4261/92.

Aspek legalitas yang dimiliki Yayasan Nuurul Falaah kemudian menjadi pijakan dalam melaksanakan kegiatan.  Pembinaan anak yatim piatu menjadi sebuah prioritas kegiatan ditambah layanan sosial lainnya diantaranya ; penyelenggaraan Madrasah Diniyah Awaliyah Nuurul Falaah, Pengurusan jenasah, Majelis Ta’lim, Koperasi dan lain-lain.