Selamat Datang di blog Yayasan Nuurul Falaah Sunter Lembaga Sosial Keagamaan di bidang Pembinaan Anak Yatim Piatu, Pendidikan dan Keagamaan. Jl. Sunter Bentengan RT 005/05 No. 26 Kel. Sunter Jaya Jakarta Utara Telp. 6504280, Fax 6520340. Program donasi bagi Yatim Piatu binaan Yayasan Nuurul Falaah Sunter dapat di transver melalui rekening Bank Mandiri Jakarta Mall Kelapa Gading No. AC. : 125.00 - 0765265 - 4 An. Yayasan Nuurul Falaah Sunter

Jumat, 29 April 2011

Kegiatan Keagamaan dan Sosial Yayasan Nuurul Falaah Sunter Dalam Melayani Umat


Pembinaan dan Pendampingan Anak Yatim Piatu.

Anak adalah anugerah dan amanah Allah SWT yang didambakan oleh setiap orang tua dalam keluarga.   Pada anak-anak harapan orang tua kelak dipertaruhkan sekiranya Allah SWT mengijinkan membesarkan mereka menjadi anak yang taat, patuh dan bertakwa.   Segala upaya dilakukan orang tua dilakukan untuk membesarkan dan mendidik mereka dengan segenap kemampuan.  Begitupun dengan anak, mereka berharap orang tuanya dapat membesarkan, mendidiknya, tempat mereka berkeluh kesah, tempat mereka berharap kasih sayangnya.  
Apakah diantara mereka (anak-anak) pernah bermimpi, sekiranya Allah SWT berkehendak memanggil diantara keduanya untuk kembali keharibaanNya.  Terasa gelap perjalanan dunia ini, sebuah kehilangan besar untuk mereka.  Kemana mereka akan berharap kasih sayang, pupus harapan akan kelangsungan pendidikan untuk menggapai cita-citanya, perasaan kehilangan untuk mendapatkan perlindungan, serta berjuta rasa yang membebani mereka.
Uraian tersebut kiranya dapat memberikan gambaran betapa anak berharap banyak akan kehadiran orang tua secara utuh.  Orang tua bagi anak adalah sebuah kesatuan utuh dalam harmoni keluarga.   Tentunya mereka tidak pernah berharap seperti itu selain karena kehendak Allah SWT telah menakdirkannya.  Pertanyaannya sekarang, tanggung jawab siapa akan keberlangsungan hidup dan cita-citanya ?.  Tentu saja ini menjadi tanggung jawab kita, selaku umat dan makhluk Allah SWT.
Yayasan Nuurul Falaah Sunter, yang sejak pertama pendiriannya membawa misi untuk menampung dan membina serta melakukan pendampingan kepada mereka.  Upaya yang dilakukan sejak dulu hingga kini dilakukan dengan melakukan pendataan, menampung anak-anak dalam panti sesuai dengan kapasitas yang tersedia, mencarikan orang tua asuh atau donatur dalam membantu biaya pendidikan formal mereka. Memberikan mereka pendidikan keagamaan baik melalui Majelis Taklim maupun melalui Madrasah Nuurul Falaah,   Memberikan ketrampilan melalui kegiatan Life Skill sesuai dengan bidang yang diminati dengan harapan mereka bisa mandiri.
Perlu kami sampaikan bahwa saat ini Yayasan Nuurul Falaah Sunter menampung Anak Yatim, Yatim/Piatu sebanyak 20 anak putra dan putri, sedangkan 100 anak diasuh dalam keluarga (non panti) tetapi pembinaannya dilakukan oleh Yayasan Nuurul Falaah Sunter.
Yayasan telah memberikan bantuan biaya sekolah kepada 30 anak secara rutin setiap bulan dari tingkat SD hingga SMU.
Setiap bulan puasa menjelang lebaran Idul Fitri dan bulan Muharam dengan secara rutin pula Yayasan memberikan bantuan Bhakti Sosial baik kepada para anak Yatim Piatu maupun keluaga Pra Sejahtera , dananya diperoleh dai sumbangan para donatur, para simpatisan, perusahaan, serta dermawan khususnya diwilayah DKI Jakarta.
Dan seiring dengan waktu yang ditentukan oleh para penyumbang baik secara pribadi, keluarga dan perusahaan, maupun kelompok datang ke Yayasan memberikan bantuan Peduli Sosialnya kepada para anak asuh Yatim Paitu sesuai dari jumlah permintaan para penyumbang  tersebut, dan kami para Pembina dan pengurus mengumpulkan para Yatim Piatu yang berada di Non Panti dan Panti.
Terkecuali bilamana dari penyumbang pemberi bantuan tersebut berkeinginan didatangi oleh para Yatim Piatu sesuai dengan jumlah permintaan para penyumbang tersebut.   Kami Pembina/Pengasuh mempersiapkan berangkat mendatangi sesuai dengan undangan dari Donatur dan Dermawan yang mengundang.
Kepada anak-anak binaan Yayasan, Yatim Piatu khususnya  yang berkeinginan untuk memperdalam ilmu pengetahuan agama Islam, Yayasan telah mengirim 6 anak masuk ke pondok Pesantren Moderen.  Bagi Yatim Piatu berprestasi Yayasan memberikan bantuan seluruh biaya sekolahnya.

Madrasah Diniyah Awaliyah dan Majelis Ta’lim Nuurul Falaah.

Penyelenggaraan kegiatan pendidikan dengan berorientasi keagamaan adalah salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Nuurul Falaah Sunter.  Kegiatan ini ditampung melalui Madrasah Diniyah Awaliyah dan Majelis Ta’lim Nuurul Falaah.
Madrasah yang dikepalai oleh ibu Anisa, A.Ma dibantu oleh 6 orang guru dan 1 orang bagian Tata Usaha.  Sejak awal berdirinya Madrasah ini telah meluluskan ratusan orang siswanya.  Madrasah Diniyah Awaliyah Nuurul Falaah saat ini dalam penyelenggaraan pendidikannya menggunakan kurikulum yang dikeluarkan oleh Kandepag DKI Jakarta Sie Pekapontren.  Seperti dijelaskan oleh Ibu Anisa penyelenggaraan pendidikan di Madrasah Diniyah Awaliyah Nuurul Falaah ini diharapkan bisa menjadi pelengkap dan pendamping dari pendidikan agama yang diberikan melalui sekolah formal.  Menurutnya, pendidikan agama pada jalur sekolah formal pada saat ini dirasakan kurang, terutama pada materi dan waktu pembelajarannya yang terbatas.
Madrasah Diniyah Awaliyah Nuurul Falaah saat ini menggunakan tiga lokal kelas efektif.  Mengingat keterbatasan tenaga pengajar sehingga baru mengefektifkan tiga kelas tersebut, tambahnya. Menurut pengamatan penulis kondisi kelas beserta sarana belajar yang ada saat ini sudah cukup memadai dibandingkan dengan 15 tahun yang lalu. Madrasah menggunakan waktu belajar secara efektif pada hari Senin sampai dengan Sabtu, jam belajarnya pada pagi hari dimulai pada jam 07.30 WIB sampai dengan jam 10.30 WIB sedangkan pada sore hari dimulai dari jam 14.00 WIB sampai dengan jam 17.00 WIB. 
Ketika penulis menanyakan kepada kepala Madrasah tentang biaya operasional dan kesejahteraan para guru, dengan tertunduk beliau menjawab “ Jujur saja, saya sangat prihatin dengan kondisi kesejahteraan para pengajar di Madrasah ini.  Sebagai kepala Madrasah saya belum dapat memberikan honor yang layak kepada mereka hal ini karena keterbatasan keuangan yang bisa kami kelola”, jawabnya.  “Saya sangat berharap bantuan dari para instansi pemerintah dan donatur terutama yang peduli kepada pendidikan yang berorientasi agama, sehingga saya dapat tetap mempertahankan keberlangsungan proses belajar mengajar di Madrasah ini “, tambahnya.
Sudah saatnya kita lebih peduli kepada pendidikan agama bagi putra putri kita, artinya uluran tangan dari para donatur dan masyarakat sangat diharapkan guna mempertahankan kegiatan pendidikan di Madrasah Diniyah Awaliyah Nuurul Falaah.

Majelis Ta’lim yang diketuai oleh Bapak KH. Imam Syafe’i Raita dibantu oleh KH. Misbahudin dan Ustad Ali Rahman menyelenggarakan Ta’lim untuk anak-anak, remaja dan kaum ibu.


Syiar Islam melalui Lagu Lagu Bernuansa Religi

Q-mbeling, demikian namanya.  Sebuah kelompok anak muda yang berkreasi melalui musik bernuansa religi.  Q-mbeling yang diawaki oleh Mas Ridho, Miftah, Khozin, Thoriq dan lain lain, lahir dari olah kreatifitas bermusik.  Musik yang dimainkan sudah barang tentu bernuansa agama dengan tetap menyuguhkan nilai hiburan bagi penikmatnya.  Musik yang dibawakan adalah kolaborasi antara penggunaan alat alat musik diatonis dan pentatonic dengan menghadirkan suguhan irama yang beragam.  Penggunaan alat-alat musik moderen semisal gitar listrik, organ, drum, simbal, biola serta penggunaan alat perkusi semisal rebana (terbang) dan penggunaan alat tradisional semisal peking,gambang dan suling menghadirkan perpaduan musik yang harmonis.
“Bukan persoalan mudah mas, untuk membuat perpaduan irama musik dari alat alat yang kami gunakan”, jelas Mas Thoriq salah satu personil Q-mbeling.  “Kami selalu berlatih untuk mengasah kemampuan, serta menciptakan komposisi musik yang baru sehingga dapat diterima masyarakat, Alhamdulillah pengurus Yayasan memfasilitasi kami baik untuk penggunaan tempat berlatih maupun pengadaan peralatannya. ”, tambah Mas Ridho koordinator Q-mbeling.
Menurut pengakuan salah seorang personil Q-Mbeling, kegiatan ini sebenarnya adalah pengembangan dari seni terdahulu yang bernama Terbang Sholawat, kesenian ini umumnya dimainkan dan populer di wilayah Jawa Timur khususnya di Kota Malang.  "Kebetulan para relawan yang berada di Yayasan ada yang berasal dari Malang, kami coba mengembangkan ini di Jakarta terutama untuk dipelajari bagi rekan-rekan relawan Yayasan Nuurul Falaah." jelas Mas Khozin kepada penulis,  Terbang Sholawat sendiri secara sekilas memang tidak berbeda dengan Hadroh atau Qasidah, kelebihannya hanya pada penggunaan berbagai alat lainnya seperti bus drum dan rimo.  Isi lagu-lagunya atau syair yang dimainkan lebih diutamakan pada Sholawat sebagai media syiarnya.  Irama rampak terbangnya menggunakan ritme yang cepat dan menyerupai tabuhan drum band.  Terbang Sholawat yang dirintis sejak tahun 1999 mengalami puncak kejayaannya pada tahun 2001 sampai dengan 2003.  Selepas ini karena kesibukan dan aktivitas masing masing personil kemudian terjadi kevakuman.  Kemudian pada tahun 2008 dihidupkan kembali dengan penambahan berbagai alat musik, jadilah seperti sekarang ini dengan kelompok Q-Mbeling.
Penulis beberapa waktu lalu menyaksikan penampilan mereka, pada saat perayaan Peringatan 10 Muharram dan santunan yatim piatu Yayasan Nuuul Falaah Sunter.  Penulis segera teringat dengan musik yang dimainkan oleh Emha Ainun Najib dengan Kyai Kanjengnya, ketika Q-mbeling memainkan lagu Tombo Ati dengan aransemen musik tradisional Jawa.   Bukan hanya itu saja tetapi Q-mbeling juga dapat memainkan lagu-lagu yang bernuansa padang pasir atau yang lebih dikenal dengan musik Gambus.
Q-mbeling saat ini melakukan pementasan untuk mengisi kegiatan pada Perayaan Hari-Hari Besar Islam yang diselenggarakan oleh beberapa pengurus Masjid maupun Ormas Islam yang mengundang.   Terkadang adapula undangan yang datangnya dari perorangan untuk tampil mengisi acara resepsi pernikahan maupun khitanan.
Keberadaan musik dengan nuansa religi ini sebagai bagian kegiatan dibawah pembinaan Yayasan Nuurul Falaah Sunter, sudah barang tentu menambah keberagaman kegiatan.   Seperti yang diharapkan pengurus Yayasan, “Keberadaan Q-mbeling menambah semarak kegiatan Yayasan dalam menjalankan fungsi dakwah melalui lagu bernuansa Islam.” Demikian disampaikan Bapak Mulyo Sentono salah satu pengurus.  Untuk melakukan regenerasi saat ini Q-Mbeling telah menyiapkan Q-Mbeling junior yang tergabung dalam Nurva Kalimashada


Layanan pengurusan jenasah dan pemakaman
Semenjak awal berdirinya pada saat itu masih bernama BPS Sunter, Yayasan Nuurul Falaah Sunter melaksanakan kegiatan social melalui pengurusan jenasah kepada warga masyarakat Kelurahan Sunter Jaya.  Pengurusan jenasah bagi warga meliputi dari pemandian, mengkafani, mensholatkan sampai dengan pemakaman.  Untuk urusan pemakaman jenasah saat ini Yayasan Nuurul Falaah telah memiliki sebuah unit Mobil Ambulance yang dapat digunakan oleh warga untuk membawa jenasah ke pemakaman diwilayah DKI Jakarta maupun membawa yang sedang sakit untuk dibawa ke Rumah Sakit.  Mobil Ambulance tersebut merupakan bantuan Dewan Kelurahan Sunter Jaya melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bina Sosial Tahun Anggaran 2009.  Kemudian pada program yang sama pada tahun Anggaran 2010 dilaksanakan renovasi Mobil Ambulance dan penambahan perlengkapan yang dibutuhkan.  “Harapan kami, dengan adanya bantuan Mobil Ambulance ini dapat bermanfaat bagi masyarakat.” Seperti dijelaskan Bapak H. Anyong Musa anggota Dekel RW 05 sekaligus Ketua Yayasan Nuurul Falaah.

Kegiatan Peribadatan
Yayasan Nuurul Falaah dengan menggunakan sarana yang tersedia melaksanakan juga kegiatan peribatan lainnya   seperti melaksanakan peringatan 10 Muharam dan santunan bagi anak Yatim Piatu, melaksanakan kegiatan Sholat Taraweh dan Sholat Idul Fitri, menerima dan menyalurkan Zakat Fitrah dan Zakat Maal, menerima dan melakukan penyembelihan hewan qurban serta menyalurkan hewan qurban kepada yang berhak menerima.

Teguh Iman Santoso (Informasi dan Publikasi Yayasan Nuurul Falaah Sunter)












 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar